Padang Tujuh, Pasaman Barat, Cyber One - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pasaman Barat menggelar Festival Literasi Tingkat Kabupaten Pasaman Barat 2026. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 15 hingga 17 September 2026, berpusat di Gedung Layanan Perpustakaan Daerah. Festival ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat budaya membaca, meningkatkan minat literasi, sekaligus mempererat kolaborasi antarpegiat literasi di daerah.
Mengusung tema "Dari Literasi Mencapai Prestasi dan Pengetahuan Wujudkan Pasaman Barat Sejahtera", festival ini menghadirkan beragam kegiatan yang melibatkan pelajar, guru, pegiat literasi, komunitas, hingga masyarakat umum. Rangkaian kegiatan meliputi talkshow literasi, bedah buku, pengukuhan duta baca, bertutur, musikalisasi puisi, membaca nyaring (read aloud), penampilan puisi, pemberian penghargaan literasi, hiburan dan kesenian, serta pameran literasi dari berbagai sekolah dan komunitas.
Talkshow literasi digelar pada hari Selasa, 15 September 2026, dengan menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu perwakilan Forum Penggiat Literasi (FPL) Pasaman Barat, Endang Dwi Banowati, S.S., serta perwakilan Read Aloud (RA) Pasaman Barat, Puspa Dani, S.Pd.
Kegiatan ini diikuti oleh berbagai lembaga dan komunitas, antara lain Mahasiswa ITS Katulistiwa, Siswa SMA Negeri 1 Pasaman, SMK Negeri 1 Pasaman, Sanggar Suryo Manunggal, Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Pasaman Barat, My Rubel Literacy Center, SMP Cahaya Makkah, dan SD Negeri 05 Pasaman.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pasaman Barat, Muharram, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa Festival Literasi merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam membangun masyarakat yang gemar membaca sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
"Festival Literasi ini kami hadirkan sebagai ruang belajar, berkarya, dan berkolaborasi bagi seluruh elemen masyarakat. Kami berharap budaya literasi semakin tumbuh sehingga mampu melahirkan generasi Pasaman Barat yang berprestasi, berpengetahuan, dan siap menghadapi tantangan masa depan," ujar Muharram.
Sementara itu, Ketua Forum Penggiat Literasi (FPL) Pasaman Barat, Denni Meilizon, menilai kolaborasi antara pemerintah, sekolah, komunitas, dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan.
"Literasi bukan hanya tentang membaca buku, tetapi juga membangun cara berpikir, kreativitas, dan karakter masyarakat. Karena itu, sinergi seluruh pegiat literasi perlu terus diperkuat agar gerakan ini memberi manfaat yang lebih luas," ungkap Denni.
Selain talkshow, panitia juga menggelar kegiatan membaca nyaring (read aloud) setiap hari selama pelaksanaan festival. Kegiatan tersebut diikuti peserta dari sejumlah taman kanak-kanak dengan pendampingan langsung oleh para pegiat literasi daerah.
Festival Literasi 2026 juga menghadirkan pameran literasi yang diikuti oleh sekolah-sekolah, Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM), Forum Penggiat Literasi (FPL), My Rubel Literacy Center, serta berbagai komunitas pendidikan di Pasaman Barat. Stan pameran menampilkan beragam karya, inovasi, dan program literasi yang telah dikembangkan masing-masing peserta sebagai upaya nyata menumbuhkan budaya membaca di lingkungan sekolah maupun masyarakat luas.
Melalui penyelenggaraan Festival Literasi 2026, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pasaman Barat berharap gerakan literasi semakin berkembang dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat, sehingga mampu melahirkan generasi yang berprestasi, berkarakter, dan berpengetahuan demi kemajuan Pasaman Barat yang lebih sejahtera.
(Elwa KSSA)





0 Komentar