BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

test banner SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI PORTAL BERITA MEDIAONLINE CYBER ONE

Banjir Bandang Terjang Kecamatan Duo Koto Kabupaten Pasaman, Satu Warga Hanyut Masih Dalam Pencarian Tim SAR


Duo Koto, Pasaman, Sumbar - Bencana alam banjir bandang menerjang Kampung Parit, Jorong Tonang Raya, Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Jumat (18/08/2026) sore.


Akibat kejadian tersebut, satu orang warga dilaporkan hanyut terseret arus dan hingga kini masih dalam pencarian tim gabungan.


Korban diketahui bernama Amri Anto (51), warga Kampung Parit, Jorong Tonang Raya, Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Duo Koto.


Kronologi Kejadian


Berdasarkan laporan, hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Pasaman pada Jumat sore sekitar pukul 16.00 WIB.


Hujan deras tersebut kemudian memicu banjir bandang pada pukul 17.15 WIB di wilayah Kampung Parit. Derasnya arus banjir menyebabkan satu warga terseret.


Menanggapi laporan tersebut, Tim Operasi SAR dari Pos Pencarian dan Pertolongan (Pos SAR) Pasaman Barat di bawah komando Novi Yurandi langsung bergerak menuju lokasi kejadian.


Kepala Pos SAR Pasaman Barat Novi Yurandi menyebut, tim berangkat menuju Lokasi Kejadian Perkara (LKP) pada pukul 18.45 WIB dengan kekuatan 12 personel.


"Begitu menerima laporan kejadian banjir pada pukul 18.27 WIB, tim langsung turun menuju lokasi untuk melakukan pencarian korban," ujar Novi Yurandi.

Operasi Pencarian Masih Berlangsung


Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari Tim SAR Pos Pasaman Barat, TNI, Polri bersama masyarakat setempat.


Dalam operasi ini, tim SAR mengerahkan sejumlah peralatan pendukung, antara lain:

1. Rescue Car Double Cabin 2. Rescue Truck 3. Ambulance 4. LCR (Landing Craft Rubber) 5. Pal SAR Air 6. Pal Medis 7. Pal Komunikasi 8. Aqua Eye (Alat deteksi bawah air) 9. Drone Thermal 10. Peralatan SAR Lainnya 

Tim gabungan masih menyisir aliran sungai dan lokasi terdampak banjir untuk menemukan korban.


(Elwa KSSA)

Posting Komentar

0 Komentar