Sikilang, Pasaman Barat, Cyber One - Seorang warga Nagari Sikilang, Kecamatan Sungai Aur Selatan, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), bernama Sius (50), menjadi korban serangan buaya di Sungai Batang Sikilang, Sabtu (26/9/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.
Peristiwa terjadi saat korban sedang mencari nafkah sebagai pencari lokan di tengah sungai. Tanpa disadari, seekor buaya berukuran besar tiba-tiba muncul dan menerkam betis kaki kiri korban.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka sobek terbuka dengan daging terangkat sekitar 10 cm di bagian betis kiri. Korban sempat berduel dan tarik-menarik dengan predator tersebut sebelum akhirnya berhasil diselamatkan oleh rekan-rekannya dengan peralatan seadanya.
Usai kejadian, korban segera dievakuasi warga dan dirujuk ke RSUD Pasaman Barat di Jambak untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Kondisi korban saat ini dilaporkan stabil dan dalam perawatan tim medis.
Sebagai bentuk respon cepat tanggap darurat, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pasaman Barat, Zulkarnain, langsung menjenguk korban di RSUD Pasaman Barat di Jambak pada hari yang sama.
Kalaksa memastikan korban mendapatkan penanganan medis terbaik dan memberikan dukungan moril serta bantuan awal kepada keluarga korban.
"Atas nama BPBD Kabupaten Pasaman Barat, kami turut prihatin atas musibah yang menimpa saudara kita Sius di Sungai Batang Sikilang. Sore ini kami langsung menjenguk korban di RSUD Jambak untuk memastikan penanganan medis berjalan baik dan keluarga korban merasa didampingi oleh pemerintah," ucap Zulkarnain.
"Kejadian ini menjadi peringatan bagi kita semua. Sungai Batang Sikilang dan beberapa aliran sungai lain di Pasaman Barat memang merupakan habitat buaya muara. Kami meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra, jangan lagi beraktivitas sendirian di sungai, apalagi pada jam-jam aktif buaya di pagi dan sore hari," katanya.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan, Wali Nagari Sikilang, dan akan berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) unit pelaksana teknis (UPT) yang berkedudukan dan melayani wilayah Sumatera Barat (Sumbar) serta regional Sumatera untuk melakukan pemantauan di lokasi kejadian. Kami imbau masyarakat jika melihat penampakan buaya, jejak, atau sarang, jangan melakukan tindakan sendiri. Segera laporkan kepada Wali Nagari terdekat atau langsung ke Call Center BPBD Pasaman Barat. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kami," tambah Zulkarnain.
Sehubungan dengan kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Pasaman Barat bersama Pemerintah Nagari dan Kecamatan Sungai Aur Selatan mengeluarkan himbauan keras kepada seluruh masyarakat:
1. Hentikan aktivitas sendirian: Jangan mencari lokan, memancing, atau mandi di sungai sendirian, terutama pada pagi dan sore hari yang merupakan jam aktif buaya mencari mangsa.
2. Tingkatkan kewaspadaan: Jika melihat penampakan, jejak, atau sarang buaya, segera menjauh dan laporkan kepada Wali Nagari atau BPBD.
3. Jaga jarak aman: Hindari beraktivitas di area sungai yang keruh, semak lebat, dan berarus tenang yang diduga menjadi habitat buaya.
4. Awasi anak-anak dan ternak: Jangan biarkan anak-anak bermain di tepi sungai tanpa pengawasan orang dewasa. Jauhkan kandang ternak dari bibir sungai.
5. Jangan membuang sampah/limbah makanan ke sungai: Sisa makanan dan bangkai dapat mengundang buaya mendekat ke pemukiman.
6. Jangan mencoba menangkap atau mengganggu: Buaya adalah satwa dilindungi. Penanganan harus dilakukan oleh Tim Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) unit pelaksana teknis (UPT) yang berkedudukan dan melayani wilayah Sumatera Barat (Sumbar) serta regional Sumatera dan BPBD.
Masyarakat diminta segera melapor jika kembali melihat kemunculan buaya melalui Call Center BPBD Pasaman Barat atau Kantor Wali Nagari Sikilang terdekat.
(Elwa KSSA)



0 Komentar