Talamau, Pasaman Barat, Cyber One - Kondisi udara di wilayah Kecamatan Talamau, khususnya Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman Barat, mengalami penurunan kualitas yang cukup signifikan pada hari Senin, 14 September 2026. Kabut asap mulai tebal terbawa angin hampir menutupi pemukiman warga, membuat pandangan menjadi mulai kabur dan menimbulkan kekhawatiran akan gangguan kesehatan bagi masyarakat setempat.
Sebagai daerah yang terletak di dataran tinggi, Nagari Sinuruik menerima dampak kabut asap yang lebih pekat dibandingkan wilayah-wilayah lain di sekitarnya. Kepadatan asap yang menyelimuti wilayah sejak pagi hari membuat suasana terlihat suram, dan bau tak sedap mulai tercium, menggerakkan pimpinan nagari untuk segera mengambil langkah cepat guna melindungi warganya.
Menyikapi situasi tersebut, Wali Nagari Sinuruik, Frianton, langsung turun ke lapangan didampingi oleh Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta seluruh jajaran perangkat nagari. Tim berkeliling ke, jalan utama, dan titik keramaian warga untuk membagikan masker secara cuma-cuma. Setiap warga yang ditemui, baik yang sedang beraktivitas di halaman rumah maupun yang melintas di jalan, disapa dan diberikan perlindungan diri tersebut.
"Kita melihat sendiri kabut asap ini cukup tebal di sini, karena Sinuruik berada di dataran tinggi, asap lebih lama menyebar dan menumpuk di sini dibanding tempat lain," ujar Frianton saat ditemui di lokasi pembagian masker.
Frianton menegaskan bahwa langkah ini diambil bukan sekadar pembagian alat pelindung, melainkan wujud kepedulian dan tanggung jawab pimpinan nagari terhadap kesehatan warganya. Ia mengimbau seluruh masyarakat agar disiplin menggunakan masker setiap kali berpergian keluar rumah, sekecil apa pun tujuannya.
"Apabila harus keluar rumah, wajib pakai masker. Ini bukan sekadar anjuran, melainkan kebutuhan nyata saat ini untuk melindungi paru-paru kita dari paparan asap yang tidak terlihat namun sangat berbahaya," pesannya dengan nada serius.
Lebih lanjut, Wali Nagari juga mengingatkan warga untuk lebih mengutamakan menjaga kesehatan dengan mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak. Kegiatan yang dapat ditunda sebaiknya dilakukan di dalam rumah, terutama bagi anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.
"Kita tidak tahu berapa lama kondisi ini akan berlangsung. Untuk sementara, jika tidak perlu, tetaplah di rumah. Jaga kesehatan keluarga Anda. Hal sederhana seperti tidak keluar rumah saat tidak mendesak sudah sangat membantu diri sendiri," tambah Frianton.
Kehadiran tim gabungan di tengah warga disambut baik dan penuh rasa syukur. Pembagian masker ini menjadi bukti bahwa perhatian dan kepedulian pimpinan nagari benar-benar hadir di saat masyarakat membutuhkannya. Pihaknya juga berjanji akan terus memantau perkembangan kondisi udara di Nagari Sinuruik dan berkoordinasi dengan pihak terkait agar situasi segera membaik.
Hingga berita ini diturunkan, kabut asap masih menyelimuti wilayah Nagari Sinuruik. Warga diimbau untuk tetap tenang, mematuhi anjuran yang diberikan, dan saling mengingatkan sesama tetangga agar senantiasa menjaga kesehatan bersama.
(Elwa KSSA)




0 Komentar