Talamau, Pasaman Barat, Cyber One- Antisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah rawan, Koramil 03 Talu yang berada di bawah naungan Kodim 0305 Pasaman menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Rabu, 2 September 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di Aula Kantor Wali Nagari Talu, Kecamatan Talamau tersebut dihadiri sebanyak 45 orang peserta. Peserta merupakan perwakilan dari seluruh Nagari di lingkungan Kecamatan Talamau, terdiri dari Wali Nagari, Ketua Badan Musyawarah Nagari (BAMUS), serta Kepala Jorong.
Sosialisasi ini merupakan langkah preventif TNI AD melalui komando kewilayahan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di tengah meningkatnya potensi Karhutla memasuki puncak musim kemarau.
Selaku narasumber utama dalam kegiatan tersebut adalah Pelda Juni Asman BatiTud Koramil 03 Talu yang juga merupakan anggota Koramil 03 Talu. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya pemahaman dan kesadaran kolektif masyarakat mengenai bahaya serta dampak kerugian yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan dan lahan.
"Karhutla bukan hanya merusak lingkungan dan ekosistem, tapi dampaknya sangat luas. Mulai dari kerugian ekonomi masyarakat, gangguan kesehatan akibat kabut asap, hingga kerusakan lahan pertanian yang menjadi sumber mata pencaharian warga Talamau," ujar Pelda Juni Asman di hadapan peserta.
Ia menjelaskan, sebagian besar kasus Karhutla terjadi akibat faktor kelalaian manusia, seperti membuka lahan dengan cara membakar, membuang puntung rokok sembarangan di lahan kering, serta tidak melakukan pengawasan saat membakar sampah di kebun.
Dalam sesi materi, Pelda Juni Asman juga memaparkan sejumlah solusi dan langkah penanggulangan jika terjadi kebakaran hutan dan lahan di wilayah binaan. Beberapa poin yang ditekankan antara lain:
1. Pencegahan Dini: Masyarakat diminta untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Ia mendorong penerapan sistem pertanian yang ramah lingkungan.
2. Deteksi dan Pelaporan Cepat: Apabila menemukan titik api sekecil apapun, warga diminta segera melaporkan kepada Wali Nagari, Babinsa, Bhabinkamtibmas, atau langsung ke Koramil 03 Talu agar dapat segera ditangani sebelum meluas.
3. Kesiapsiagaan Alat Tradisional: Setiap Jorong diharapkan memiliki kesiapan alat pemadam sederhana dan membentuk kelompok peduli api di tingkat Nagari.
4. Sinergi Tiga Pilar: Penanggulangan Karhutla tidak bisa dilakukan TNI sendiri, butuh sinergi antara Koramil, Polsek, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Nagari, dan seluruh elemen masyarakat.
Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan interaktif. Para Wali Nagari dan Ketua BAMUS yang hadir tampak antusias berdiskusi mengenai kondisi riil di lapangan, termasuk tantangan dalam mengedukasi warga yang masih memiliki kebiasaan lama membuka ladang dengan membakar.
Danramil 03 Talu melalui Pelda Juni Asman berharap, setelah sosialisasi ini, para peserta yang hadir dapat menjadi perpanjangan tangan TNI untuk menyampaikan kembali kepada masyarakat di Jorong dan Nagari masing-masing.
"Kami berharap 45 peserta yang hadir hari ini menjadi duta-duta pencegahan Karhutla. Sampaikan kepada warga kita bahwa menjaga hutan dan lahan adalah menjaga masa depan anak cucu kita. Mari kita jaga Talamau tetap aman dari asap," tutupnya.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan komitmen bersama seluruh peserta untuk mendukung gerakan Kecamatan Talamau Bebas Asap dan Bebas Karhutla tahun 2026.
(Elwa KSSA)



0 Komentar