BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

test banner SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI PORTAL BERITA MEDIAONLINE CYBER ONE

Ahmad Al Fatih, Dari Kampung Pasanggiang Talu Menuju Istana Negara, Doa dan Cita-cita Paskibraka Nasional Yang Terwujud

 


Talamau, Pasaman Barat, Cyber One - Perjuangan panjang, peluh yang tak terhitung, dan proses seleksi yang sangat ketat akhirnya berbuah manis. Ahmad Al Fatih, seorang putra terbaik dari kampung Pasanggiang, Nagari Talu, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, berhasil mengukir sejarah. Ia resmi mendapatkan tiket emas menuju Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Nasional 2026, sebuah impian yang didambakan oleh jutaan pelajar di seluruh penjuru Indonesia.


Capaian ini bukan sekadar keberuntungan. Ini adalah buah dari semangat baja, disiplin tinggi, dan keyakinan spiritual yang tak pernah ia tinggalkan.


Ahmad Al Fatih saat ini tercatat sebagai siswa di SMK Cendikia Kabupaten Agam. Dari sekolah inilah ia ditempa menjadi pribadi yang tangguh. Namun akar perjuangannya bermula dari kampung halamannya yang sederhana di Pasanggiang. Sebagai anak kampung, ia harus berjuang dua kali lebih keras dibandingkan peserta dari perkotaan, baik secara fisik, mental, maupun akses latihan.

Seleksi Ketat Berlapis

Perjalanan menuju Paskibraka Nasional bukanlah jalan yang mudah. Ahmad Al Fatih harus melewati serangkaian seleksi yang terkenal sangat ketat dan menguras tenaga dan Fikiran.


Dimulai dari tingkat sekolah, ia kemudian bersaing di tingkat Kecamatan,dilanjutkan ke tingkat Kabupaten di Agam.Di kabupaten, ia harus menyisihkan ratusan pelajar terbaik dari berbagai SMA/SMK se-Kabupaten Agam. Tes yang dihadapi meliputi tes kesehatan, kebugaran dan samapta, tes Parade, Peraturan Baris Berbaris (PBB), tes wawasan kebangsaan dan ideologi Pancasila, hingga tes kepribadian dan wawancara.


Berkat postur yang ideal, kemampuan baris-berbaris yang mumpuni dan wawasan kebangsaan yang luas, ia terpilih mewakili Kabupaten Agam ke tingkat Provinsi Sumatera Barat. Di tingkat provinsi, persaingan semakin sengit. Ia harus bersaing dengan putra-putri terbaik dari 19 kabupaten/kota se-Sumbar. Dengan tekad yang tak goyah, Fatih kembali lolos sebagai yang terbaik dan dipercaya mewakili Sumatera Barat di tingkat Nasional.


Tiket menuju Istana Negara di Jakarta akhirnya berada di genggamannya.

Kunci Sukses: Disiplin, Sholat, dan Doa Orang Tua

Ketika ditanya apa rahasia keberhasilannya, Ahmad Al Fatih dengan rendah hati menyebut tiga kunci utama.


"Semangat dan disiplin yang tinggi adalah modal utama. Tapi saya tidak pernah meninggalkan sholat dan selalu minta doa dari orang tua," ujar Fatih Kepada Media Ini Pada Jum,at (28/8/2026).


Bagi Fatih, disiplin bukan hanya soal datang tepat waktu saat latihan. Disiplin adalah soal menjaga pola makan, pola tidur, menjaga sikap dan perkataan, serta konsisten dalam beribadah. Sholat lima waktu menjadi sumber ketenangan dan kekuatan mentalnya saat menghadapi tekanan seleksi yang luar biasa.


Doa kedua orang tuanya dan keluarga di Kampung menjadi bahan bakar yang tak pernah habis. Setiap kali hendak berangkat Kemanapun dari tempat orang Tua, ia selalu mencium tangan dan meminta restu dari ayah dan ibunya. Ia percaya, restu dan doa orang tualah yang membuka pintu langit untuk mewujudkan cita-citanya.

Pesan Bermakna dari Kanit Binmas Polsek Talamau

Ada satu momen yang selalu diingat Ahmad Al Fatih sebelum rangkaian seleksi dimulai. Ia sempat menerima Wejangan dan masukan yang sangat berharga dari Kanit Binmas Polsek Talamau yang masih ada hubungan keluarga.


Kanit Binmas berpesan agar Fatih tidak hanya mengandalkan fisik dan kecerdasan, tetapi juga menjaga adab dan etika di mana pun berada.


"Pesan beliau sangat membekas. Beliau berpesan untuk selalu menjaga adab dan etika saat pelaksanaan seleksi, hormati senior, pelatih, dan sesama peserta. Dan yang paling penting, jangan pernah lupa minta doa dari kedua orang tua, karena doa merekalah yang akan mewujudkan cita-citamu," kenang Fatih menirukan pesan tersebut.


Pesan tentang adab itulah yang ia pegang teguh. Di setiap penampilannya, Fatih dikenal sebagai sosok yang santun, rendah hati, dan memiliki sopan santun yang tinggi, sebuah karakter yang sangat dicari dalam sosok Paskibraka Nasional.

Harumkan Nama Kabupaten Agam, Pasaman Barat dan Talamau

Keberhasilan Ahmad Al Fatih ini sontak menjadi kebanggaan luar biasa bagi masyarakat  Nagari Talu, Kecamatan Talamau, dan Kabupaten Pasaman Barat secara keseluruhan. Ia menjadi bukti nyata bahwa anak dari pelosok kampung pun bisa menembus batas dan mengibarkan nama daerah di panggung nasional.


Ia kini tidak hanya membawa nama dirinya sendiri, tetapi juga membawa nama besar keluarga, SMK Cendikia Agam, Nagari Talu, dan Kabupaten Pasaman Barat ke Istana Negara untuk melaksanakan tugas mulia pengibaran Sang Saka Merah Putih pada peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.


Kisah Ahmad Al Fatih diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh pelajar di Pasaman Barat. Bahwa tidak ada mimpi yang terlalu tinggi jika diiringi dengan usaha yang keras, disiplin yang kuat, ibadah yang terjaga, dan doa tulus dari orang tua.


(Elwa KSSA)

Posting Komentar

0 Komentar