BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

test banner SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI PORTAL BERITA MEDIAONLINE CYBER ONE

Dedi “Rang Sinuruik”, Anak Muda yang Punya Keinginan Untuk Memajukan Nagari Talu

 


Pasaman Barat, Cyber One Top - Dinamika menuju pemilihan Wali Nagari di Kabupaten Pasaman Barat mulai menghadirkan sejumlah nama baru dari kalangan muda. Salah satu figur yang mulai banyak diperbincangkan masyarakat di Kecamatan Talamau adalah Dedi, yang dikenal luas dengan sapaan “Rang Sinuruik.”

Dengan membawa semangat “Muda Bergerak, Daerah Melaju”, Dedi tampil sebagai sosok muda yang mencoba menawarkan pendekatan berbeda dalam pembangunan nagari: lebih terbuka, kolaboratif, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Dalam berbagai aktivitas sosial dan kemasyarakatan di wilayah Talamau, nama Dedi mulai dikenal sebagai figur yang aktif membangun komunikasi dengan warga, khususnya generasi muda dan kelompok masyarakat akar rumput.

Membawa Semangat “Nagari Bangkit Bersama”

Melalui sejumlah materi publikasi yang mulai beredar di masyarakat, Dedi mengusung pesan:

“Pasaman Barat Bangkit Bersama, Nagari Bangkit Bersama.”

Pesan itu dinilai merepresentasikan semangat pemulihan dan pembangunan daerah, terutama pascabencana yang sempat melanda sejumlah wilayah di Pasaman Barat.

Menurut sejumlah tokoh masyarakat, pendekatan yang dibawa Dedi lebih menekankan pada:

keterlibatan masyarakat dalam pembangunan,

penguatan potensi nagari,

serta membuka ruang lebih besar bagi anak muda untuk ikut berkontribusi.

“Anak muda sekarang harus berani tampil membangun kampungnya sendiri. Nagari butuh energi baru,” ujar seorang warga Talu.

Menjunjung Tinggi Ninik Mamak dan Adat Minangkabau

Di tengah semangat perubahan yang dibawanya, Dedi menegaskan bahwa pembangunan nagari tidak boleh melepaskan akar budaya dan nilai adat Minangkabau.

Menurutnya, ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, dan tokoh adat harus tetap menjadi pilar utama dalam kehidupan sosial masyarakat nagari.

“Dalam alam Minangkabau, adat dan martabat ninik mamak harus dijunjung tinggi. Pemimpin nagari tidak boleh berjalan sendiri tanpa mendengar petuah dan musyawarah para tokoh adat,” ujar Dedi.

Ia menilai, keterlibatan ninik mamak bukan sekadar simbol tradisi, tetapi bagian penting dari menjaga keseimbangan sosial, menyelesaikan persoalan masyarakat, serta memperkuat identitas nagari di tengah perkembangan zaman.

Karena itu, jika dipercaya memimpin Nagari Talu ke depan, Dedi berkomitmen menjadikan:

musyawarah adat,

keterlibatan tokoh masyarakat,

dan penghormatan terhadap nilai-nilai kearifan lokal

sebagai bagian penting dalam pengambilan kebijakan nagari.

Figur Muda dengan Pendekatan Kolaboratif

Dalam narasi yang dibangunnya, Dedi menonjolkan empat nilai utama:

Muda dan peduli,

Inovatif,

Kolaboratif,

dan berkarya untuk daerah.

Konsep itu sejalan dengan tantangan nagari hari ini yang membutuhkan:

adaptasi terhadap perkembangan zaman,

penguatan ekonomi masyarakat,

serta tata kelola pemerintahan yang lebih dekat dengan warga.

Di tengah meningkatnya harapan masyarakat terhadap kepemimpinan yang komunikatif dan responsif, figur muda seperti Dedi dinilai membawa warna baru dalam kontestasi tingkat nagari.

Talu dan Tantangan Pemimpin Masa Depan

Nagari Talu sebagai salah satu pusat aktivitas di Kecamatan Talamau memiliki tantangan yang cukup kompleks:

pemulihan ekonomi pascabencana,

pembangunan infrastruktur,

penguatan sektor UMKM,

hingga pemberdayaan generasi muda nagari.

Karena itu, masyarakat dinilai membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memahami persoalan administratif, tetapi juga mampu hadir langsung di tengah masyarakat.

“Nagari sekarang perlu pemimpin yang mau mendengar dan bergerak bersama masyarakat,” kata salah seorang tokoh pemuda di Talamau.

Membangun Optimisme Anak Muda Nagari

Kehadiran figur muda dalam kontestasi Wali Nagari juga dianggap menjadi tanda bahwa generasi baru mulai berani mengambil peran dalam pembangunan daerahnya sendiri.

Dedi sendiri disebut ingin mendorong semangat:

gotong royong,

partisipasi masyarakat,

serta pembangunan nagari berbasis kebersamaan.

Tagline:

“Muda Bergerak, Daerah Melaju”

menjadi simbol semangat tersebut.

Penutup

Perjalanan menuju pemilihan Wali Nagari Talu masih panjang. Namun munculnya figur muda seperti Dedi “Rang Sinuruik” menunjukkan bahwa ruang kepemimpinan di tingkat nagari mulai diwarnai semangat baru: lebih terbuka, lebih kolaboratif, dan tetap berpijak pada nilai adat Minangkabau.

Di tengah tantangan pembangunan Pasaman Barat ke depan, masyarakat tentu berharap siapa pun yang memimpin nantinya benar-benar mampu membawa nagari tumbuh bersama masyarakatnya—tanpa meninggalkan akar budaya yang menjadi identitas utama Minangkabau.



(Elwa KSSA)

Posting Komentar

0 Komentar