Talamau Pasaman Barat, Cyber One Top-Hingga kamis (26/02/2026), upaya Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat bersama Pemerintah Nagari Sinuruik berserta Masyarakat untuk mengevakuasi seekor beruang madu atau cindu yang menyerang warga di Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, belum membuahkan hasil. Meski perangkat jebak (box trap) telah dipasang di lokasi strategis, satwa dilindungi tersebut terpantau belum memasuki perangkap.
Pasca-insiden serangan yang mengakibatkan 3 orang warga dan 1 orang petugas BKSDA terluka beberapa waktu lalu, Tim BKSDA Sumbar melalui Resor Konservasi Wilayah Pasaman segera diturunkan ke lokasi. Langkah-langkah yang telah diambil adalahPemasangan Perangkap Satu unit kandang jebak yang diberi umpan telah disiagakan di area kebun tempat konflik terjadi.
Tim melakukan patroli rutin dan koordinasi dengan pemerintah nagari untuk memantau pergerakan satwa serta Memberikan edukasi kepada masyarakat setempat mengenai cara menghindari konflik dengan satwa liar.
Pihak BKSDA menyatakan bahwa karakter beruang yang sangat sensitif terhadap kehadiran manusia serta luasnya area perlintasan menjadi tantangan tersendiri. Berdasarkan pantauan jejak terbaru, beruang tersebut diduga masih berada di sekitar kawasan hutan penyangga namun sangat waspada terhadap perangkat yang dipasang petugas.
Wali Nagari Sinuruik Kecamatan Talamau, Frianton Menyampaiakan," Kita meminta kepada warga untuk tidak mengambil tindakan anarkis terhadap satwa tersebut, mengingat statusnya yang dilindungi oleh undang-undang. Kami juga meminta kepada warga diharap segera melapor jika melihat tanda-tanda keberadaan satwa di dekat pemukiman," Ucap Frianton.
BKSDA Sumbar berkomitmen untuk terus berupaya melakukan evakuasi hingga satwa tersebut dapat dipindahkan ke lokasi yang lebih aman, jauh dari pemukiman warga, demi menjamin keamanan masyarakat dan kelestarian satwa itu sendiri.
(Elwa KSSA)

0 Komentar