![]() |
| Irman Saputra Bersama KemenPU dan Tokoh Masyarakat |
SUMATERA BARAT — Upaya rehabilitasi dan rekonstruksi (rehan rekon) Masjid Raya Nagari Balah Aie, Kecamatan VII Koto Sungai Sarik, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, akhirnya terealisasi berkat peran aktif Irman Saputra, putra daerah setempat, yang menjadi pelopor dan pengawal utama pembangunan masjid pascabencana, Rabu (14/01/2026).
Kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi tersebut dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) sebagai bagian dari penanganan keadaan darurat pascabencana Sumatera Barat I. Meski sebelumnya belum masuk dalam daftar prioritas penanganan, Masjid Raya Nagari Balah Aie akhirnya mendapatkan perhatian pemerintah pusat melalui pengawalan dan komunikasi intensif yang dilakukan Irman Saputra dengan berbagai pihak terkait.
Sebagai bentuk komitmen pemerintah pusat, kegiatan ini dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal Prasarana Strategis (Dirjen PS) KemenPUPR, Bisma Staniarto, yang meninjau langsung lokasi dan memastikan proses pemulihan fasilitas keagamaan berjalan sesuai rencana.
Dalam kesempatan tersebut, Bisma Staniarto menegaskan bahwa rehabilitasi dan rekonstruksi masjid menjadi prioritas karena perannya yang strategis dalam kehidupan masyarakat.
“Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat dan kegiatan sosial masyarakat. KemenPUPR berkomitmen menghadirkan kembali bangunan masjid yang aman, nyaman, dan layak digunakan,” ujar Bisma Staniarto.
Pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi ini turut dihadiri oleh tokoh masyarakat, ninik mamak, alim ulama, serta perwakilan pemerintah nagari, yang memberikan dukungan penuh terhadap program pemulihan pascabencana tersebut.
Sementara itu, Irman Saputra, yang juga merupakan perwakilan dari BUMN Brantas Abipraya, menyampaikan rasa syukur atas terealisasinya pembangunan Masjid Raya Nagari Balah Aie. Ia menyebutkan bahwa pengawalan pembangunan ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada kampung halaman.
“Sebagai anak nagari, kami merasa memiliki tanggung jawab untuk mengawal agar masjid ini kembali berdiri dan dapat digunakan masyarakat. Alhamdulillah, berkat dukungan Kementerian PUPR, harapan masyarakat Nagari Balah Aie dapat terwujud,” ujar Irman Saputra.
Dengan dilaksanakannya rehabilitasi dan rekonstruksi ini, diharapkan Masjid Raya Nagari Balah Aie dapat kembali difungsikan secara optimal serta menjadi simbol kebangkitan kehidupan sosial dan spiritual masyarakat pascabencana di Kabupaten Padang Pariaman.


0 Komentar