Pasbar, Cyber One | Komisi IV DPRD Pasaman Barat di Dampingi BPBD Pasaman Barat Tinjau Langsung Kegiatan Perbaikan Jalan Ke Batas Semut Nagari Sinuruik Kecamatan Talamau,Pada Jum,at (26/12/2025)
Usai pendisribusian bantuan untuk korban yang terdampak bencana di kampung Batas Semut Nagari Sinuruik, Komisi IV DPRD Psaman Barat langsung meninjau kegiatan perbaikan jalan yang rusak akibat tertimbun material longsor beberapa minggu yang lalu.
Srlain merusak jalan satu-satunya Sebagai Akses ekonomi Masyarakat daerah itu, material longsor juga menimbun pemukiman warga.
Perbaikan jalan dilakukan dengan pembuatan jalur baru yang lebih aman bagi pengguna jalan menuju batas semut.
Saat tiba dilokasi, Komisi IV DPRD Pasaman Barat melihat langsung proses perbaikan jalan dengan menggunakan alat berat.Agar lapisan jalan kuat terlihat penimbunan dilakukan dengan material cadas yang dihamparkan secara tebal dan merata.
Erianto Selaku Ketua Komisi IV DPRD Pasaman Barat Menyampaikan kepada media ini,
",Kami ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat yang telah memicu perbaikan jalan yang rusak akibat bencana longsor beberapa minggu yang lalu karena jalan ini adalah satu satunya jalan utama masyarakat menuju batas semut, dan kami menilai kegiatan yang dilakukan cukup baik.
Semoga curah hujan tidak tinggi agar jalan kita ini bisa terlasana dengan cepat", Ucapnya.John Edwar selaku kepala BPBD Pasaman barat pada kesempatn ini menyampaikan
",Terima kasih kami ucapkan kepada Bapak dan ibu komisi IV DPRD Pasaman Barat yang telah meninjau langsung kegiatan perbaikan jalan yang terkena bencana beberapa minggu yang lalu.
Pihak kami akan selalu bekerja sama dengan instansi terkait dalam penaganan semua perbaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana.
Kalau intensitas hujan tidak tinggi Untuk jalan menuju batas Semut dalam minggu ini akan siap," Ucapnya
Selaku Kalaksa BPBD Pasaman Barat John Edwar menghimbau agar pengguna jalan yang melintasi jalan dari Talu ke Kajai agar selalu Waspada karena masih ada beberapa titik lokasi perbukitan yang masih retak dan mengancam terjadinya longsor susulan.
(Elwa KSSA)




0 Komentar